Zangrandi, Kedai Es Krim Legendaris Ikon Kota Surabaya.
Salah satu Ikon dari Kota Surabaya yang wajib dikunjungi ketika sedang berada di surabaya adalah kedai es krim Zangrandi.
SEJARAH
Kedai ini sudah didirikan sejak tahun 1930 oleh seorang berkebangsaan italia yang tinggal di Indonesia bernama Roberto Zangrandi. Kedai ini dapat dikatakan sebagai kedai Es Krim pertama yang ada di Indonesia, dimana setiap lapisan masyarakat dapat mencicipi bagaimana rasa es krim di kedai ini. Namun, pada tahun 1960, Keluarga Roberto Zangrandi harus kembali ke negara asalnya, sehingga kedai ini Harus dijual yang kemudian dibeli oleh seorang pengusaha wine di Surabaya bernama Adi Tanumulia tanpa merubah brand es krim ini.
Kedainya pun tak jauh berbeda, masih kental dengan nuansa belanda, bahkan banyak yang salah mengira bahwa es krim yang berasal dari Italia ini merupakan es krim yang berasal dari Belanda.
Es Krim yang disajikan pun masih merupakan es krim homemade yang artinya tanpa bahan pengawet dan tanpa perasa buatan, warna yang dihasilkan pun tidak terlalu menolok, namun tidak mengurangi kualitas es krim yang disajikan. Untuk mendapatkan kenikmatan maksimal dalam menikmati es krim di kedai ini, konon katanya harus lekas dihabiskan begitu disajikan.
MENU
Banyak menu yang disajikan dalam berbagai bentuk. Berikut ini saya lampirkan beberapa foto halaman menu yang ada di kedai es krim Zangrandi ini. Sayangnya, foto yang akan saya lampirkan ini bukan hasil jepretan saya sendiri, karena saya datangnya sudah terlalu malam cenderung mendekati jam tutupnya kedai ini dan juga karena adanya kabar burung bahwa jika ingin makan es krim disini dengan nikmat, maka segera santap begitu disajikan. Jadi, saya lampirkan beberapa jepretan menu yang saya ambil dari sumber yang saya cantumkan dibawah. Dari sumber yang saya ambil, artikelnya diunggah pada agustus tahun 2018, dan seingat saya menu yang ada pada sumber tersebut masih relevan dengan terakhir kali saya berkunjung ke Kedai es krim Zangrandi, yang mungkin berubah hanyalah harga.
Saya sendiri seperti biasa, saya main aman dengan langsung bertanya, "Untuk Best Sellernya, yang mana aja ya, Mas?".
Dari sekian banyak Best Seller yang disebutkan, saya hanya tertarik dengan 2 jenis es krim, yaitu Banana Split dan Avocado Fudge.
SUASANA DAN PELAYANAN
Saya datang ketika weekdays dan jam mendekati jam tutup, sekitar jam 9 malam, keadaan cukup ramai, tapi tidak sampai penuh, dengan situasi seperti yang saya sebutkan tadi, pesanan saya datang sekitar 20 menit kemudian. Tidak terlalu jadi masalah sih, yang jadi masalah adalah nyamuknya, saya duduk diluar, dengan harapan mendapatkan view pinggir jalan raya dan angin yang segar, namun ternyata nyamuklah yang menyerbu saya.
Begitu es krim pesanan saya dihidangkan, sempat saya ambil foto terlebih dahulu.
Ternyata benar apa yang banyak orang bilang, nikmati begitu dihidangkan, karena ternyata es krimnya mudah mencair, tidak perlu lebih dari 3 menit untuk si es krim mulai cair.
Saya pun hanya mengambil 2 foto, dan satu yang saya pakai, akrena kembali ke tujuan nomor satu ketika datang ke sebuah tempat makan dan sejenisnya, adalah untuk menikmati sajiannya.
RASA
Untuk Banana Splitnya sendiri, saya suka. Apalagi pisangnya, saya adalah tipe orang yang suka pisang yang matangnya pas, tidak terlalu muda, dan tidak terlalu matang, pas. dan ketika saya datang kesini dan memesan Banana Split, ya, keinginan saya tadi terpenuhi. Es Krimnya soft sekali, rasanya tidak terlalu Punchy, tidak "Nyegrak", tapi lembut. Bagi kalian yang suka manis yang kebangetan, mungkin kalian ga cocok buat kesini, tapi bagi kalian yang suka es krim dengan rasa yangcenderung soft, bare, atau ga "nyegrak", boleh dicoba.
Untuk Avocadonya sendiri, lumayan lah. Rasa coklatnya sendiri, cenderung pahit. Mungkin ini salah satu alasan juga mengapa saya bilang bahwa ini mungkin gacocok bagi kalian yang mencari es krim yang sangat manis, karena disini, ga hanya sekedar asal manis saja.
HARGA
Untuk harga sendiri, beragam. Tapi, dari pengamatan saya, rata - rata harga yang harus ditebus untuk 1 es krimnya adalah sebesar 50 ribu rupiah. Memang apabila dibandingkan dengan es krim brand mainstream yang ada di minimarket - minimarket, ini memang relatif mahal, dan bahkan ga sedikit orang yang menganggap bahwa dengan nominal yang sama, mending beli es krim - es krim mainstream di minimarket - minimarket, dapat lebih banyak pula dengan rasa yang tidak terpaut jauh, atau bahkan bisa aja mereka lebih cocok dengan es krim - es krim tersebut. Namun, ada hal yang perlu diingat, bahwa menikmati es krim disini, ada hal lain yang tidak dimiliki oleh es krim - es krim brand mainstream, yaitu kaya rasa, unik, dan yang pasti suasana beserta prestige vintagenya.
Saya sendiri, untuk pesanan saya tadi, Banana Split dan Avocado Fudge, saya hanya harus membayar sebesar 99 Ribu Rupiah saja. Yang menjadi catatan adalah opsi pembayaran dengan menggunakan debit, harus minimal pembelian 200 Ribu Rupiah, sehingga hal ini jadi catatan tersendiri bagi kalian kaum cashless yang ingin makan es krim sendiri, masa harus beli 200 ribu dulu biar pbisa pake debit hanya karena kalian gabawa cash?
KESIMPULAN
Kesimpulan dari pengalaman saya ini, Zangrandi adalah tempat yang wajib di kunjungi ketika sedang berada di Surabaya. Kedai ini menawarkan Es Krim Homemade yang bebas dari bahan pengawet dan perisa buatan dengan rasa yang soft, unik, dan ga melulu harus punya rasa manis yang kebangetan. Selain itu, Kedai ini memiliki nilai sejarah, sehingga memiliki "Prestige" tersendiri ketika menikmati hidangan di Kedai es krim yang sudah berdiri sejak tahun 1930 ini.
![]() |
| (Sumber : Foto Pribadi) |
SEJARAH
Kedai ini sudah didirikan sejak tahun 1930 oleh seorang berkebangsaan italia yang tinggal di Indonesia bernama Roberto Zangrandi. Kedai ini dapat dikatakan sebagai kedai Es Krim pertama yang ada di Indonesia, dimana setiap lapisan masyarakat dapat mencicipi bagaimana rasa es krim di kedai ini. Namun, pada tahun 1960, Keluarga Roberto Zangrandi harus kembali ke negara asalnya, sehingga kedai ini Harus dijual yang kemudian dibeli oleh seorang pengusaha wine di Surabaya bernama Adi Tanumulia tanpa merubah brand es krim ini.
Kedainya pun tak jauh berbeda, masih kental dengan nuansa belanda, bahkan banyak yang salah mengira bahwa es krim yang berasal dari Italia ini merupakan es krim yang berasal dari Belanda.
Es Krim yang disajikan pun masih merupakan es krim homemade yang artinya tanpa bahan pengawet dan tanpa perasa buatan, warna yang dihasilkan pun tidak terlalu menolok, namun tidak mengurangi kualitas es krim yang disajikan. Untuk mendapatkan kenikmatan maksimal dalam menikmati es krim di kedai ini, konon katanya harus lekas dihabiskan begitu disajikan.
MENU
![]() |
| (Sumber : Foto Pribadi) |
Banyak menu yang disajikan dalam berbagai bentuk. Berikut ini saya lampirkan beberapa foto halaman menu yang ada di kedai es krim Zangrandi ini. Sayangnya, foto yang akan saya lampirkan ini bukan hasil jepretan saya sendiri, karena saya datangnya sudah terlalu malam cenderung mendekati jam tutupnya kedai ini dan juga karena adanya kabar burung bahwa jika ingin makan es krim disini dengan nikmat, maka segera santap begitu disajikan. Jadi, saya lampirkan beberapa jepretan menu yang saya ambil dari sumber yang saya cantumkan dibawah. Dari sumber yang saya ambil, artikelnya diunggah pada agustus tahun 2018, dan seingat saya menu yang ada pada sumber tersebut masih relevan dengan terakhir kali saya berkunjung ke Kedai es krim Zangrandi, yang mungkin berubah hanyalah harga.
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
![]() |
| (Sumber : Foodgrapher.com) |
Saya sendiri seperti biasa, saya main aman dengan langsung bertanya, "Untuk Best Sellernya, yang mana aja ya, Mas?".
Dari sekian banyak Best Seller yang disebutkan, saya hanya tertarik dengan 2 jenis es krim, yaitu Banana Split dan Avocado Fudge.
SUASANA DAN PELAYANAN
Saya datang ketika weekdays dan jam mendekati jam tutup, sekitar jam 9 malam, keadaan cukup ramai, tapi tidak sampai penuh, dengan situasi seperti yang saya sebutkan tadi, pesanan saya datang sekitar 20 menit kemudian. Tidak terlalu jadi masalah sih, yang jadi masalah adalah nyamuknya, saya duduk diluar, dengan harapan mendapatkan view pinggir jalan raya dan angin yang segar, namun ternyata nyamuklah yang menyerbu saya.
Begitu es krim pesanan saya dihidangkan, sempat saya ambil foto terlebih dahulu.
![]() |
| (Sumber : Foto Pribadi) |
Ternyata benar apa yang banyak orang bilang, nikmati begitu dihidangkan, karena ternyata es krimnya mudah mencair, tidak perlu lebih dari 3 menit untuk si es krim mulai cair.
Saya pun hanya mengambil 2 foto, dan satu yang saya pakai, akrena kembali ke tujuan nomor satu ketika datang ke sebuah tempat makan dan sejenisnya, adalah untuk menikmati sajiannya.
![]() |
| (Sumber : Foto Pribadi) |
RASA
Untuk Banana Splitnya sendiri, saya suka. Apalagi pisangnya, saya adalah tipe orang yang suka pisang yang matangnya pas, tidak terlalu muda, dan tidak terlalu matang, pas. dan ketika saya datang kesini dan memesan Banana Split, ya, keinginan saya tadi terpenuhi. Es Krimnya soft sekali, rasanya tidak terlalu Punchy, tidak "Nyegrak", tapi lembut. Bagi kalian yang suka manis yang kebangetan, mungkin kalian ga cocok buat kesini, tapi bagi kalian yang suka es krim dengan rasa yangcenderung soft, bare, atau ga "nyegrak", boleh dicoba.
Untuk Avocadonya sendiri, lumayan lah. Rasa coklatnya sendiri, cenderung pahit. Mungkin ini salah satu alasan juga mengapa saya bilang bahwa ini mungkin gacocok bagi kalian yang mencari es krim yang sangat manis, karena disini, ga hanya sekedar asal manis saja.
HARGA
Untuk harga sendiri, beragam. Tapi, dari pengamatan saya, rata - rata harga yang harus ditebus untuk 1 es krimnya adalah sebesar 50 ribu rupiah. Memang apabila dibandingkan dengan es krim brand mainstream yang ada di minimarket - minimarket, ini memang relatif mahal, dan bahkan ga sedikit orang yang menganggap bahwa dengan nominal yang sama, mending beli es krim - es krim mainstream di minimarket - minimarket, dapat lebih banyak pula dengan rasa yang tidak terpaut jauh, atau bahkan bisa aja mereka lebih cocok dengan es krim - es krim tersebut. Namun, ada hal yang perlu diingat, bahwa menikmati es krim disini, ada hal lain yang tidak dimiliki oleh es krim - es krim brand mainstream, yaitu kaya rasa, unik, dan yang pasti suasana beserta prestige vintagenya.
Saya sendiri, untuk pesanan saya tadi, Banana Split dan Avocado Fudge, saya hanya harus membayar sebesar 99 Ribu Rupiah saja. Yang menjadi catatan adalah opsi pembayaran dengan menggunakan debit, harus minimal pembelian 200 Ribu Rupiah, sehingga hal ini jadi catatan tersendiri bagi kalian kaum cashless yang ingin makan es krim sendiri, masa harus beli 200 ribu dulu biar pbisa pake debit hanya karena kalian gabawa cash?
KESIMPULAN
Kesimpulan dari pengalaman saya ini, Zangrandi adalah tempat yang wajib di kunjungi ketika sedang berada di Surabaya. Kedai ini menawarkan Es Krim Homemade yang bebas dari bahan pengawet dan perisa buatan dengan rasa yang soft, unik, dan ga melulu harus punya rasa manis yang kebangetan. Selain itu, Kedai ini memiliki nilai sejarah, sehingga memiliki "Prestige" tersendiri ketika menikmati hidangan di Kedai es krim yang sudah berdiri sejak tahun 1930 ini.

















Komentar
Posting Komentar